Mazmur 27


Tuhan adalah terangku dan keselamatanku.
Tuhan itu benteng hidupku.
Pada siapakah 'ku 'kan gentar? 


Waktu penjahat menyerangku,
untuk memakan dagingku,
musuh dan lawanku semuanya,
mereka sendiri yang jatuh.
Walau tentara mengepungku,
tidak akan takutlah hatiku.
Walau berperang melawanku,
sungguh percayaku tetap!

Satu hal 'kuminta dari Tuhan,
itulah yang aku ingini:
diam di dalam rumah Tuhan, 
di sepanjang umur hidupku.
Sungguh itu kerinduanku,
tinggal di dalam rumah Tuhan,
dan menyaksikan kemurahanNya
dan menikmati baitNya.

Kar'na pada waktu bahaya,
Ia melindungiku di pondokNya.
Disembunyikan 'ku dikemahNya,
Dia angkat ke gunung batu.
Kini tegaklah kepalaku,
hadapi musuh sekelilingku.
'Ku mau b'ri korban dalam kemahNya
sambil menyanyi bersorak.

Tuhan dengarlah seruanku;
kasihani dan jawablah aku.
Hatiku mengikuti firmanMu,
yang bersabda: "Cari wajahKu."
Maka kucari wajah Tuhan.
Jangan menolakku dengan murka.
Jangan membuang dan meninggalkanku,
Allah, Kau penyelamatku!

Walau ayah ibu tinggalkanku;
namun Tuhan pasti menyambutku.
Tuntun aku di jalan yang di rata,
oleh kar'na seteruku.
Janganlah Kau serahkan aku
pada nafsu lawan-lawanku.
Kar'na t'lah bangkit menyerangku,
saksi dusta dan orang lalim.

Sungguhlah hatiku percaya,
bahwa kelak aku 'kan melihat
kebaikan Tuhan dinyatakan
di neg'ri orang-orang hidup.
Jiwaku, nantikanlah Tuhan,
Kuatkan dan teguhkan hatimu.
Kuatkan dan teguhkan hatimu:
Amen, nantikan Tuhanmu!


Syair:   Juswantori Ichwan, menurut Mazmur 27
Musik: Juswantori Ichwan

Vokal:  Samuel Ary L.Wibowo

© Juswantori Ichwan 2012